HADIST-HADIST MAUDHU’
Evi Maskhulin, S.Pd.I
Dipresentasikan di Forum Kegiatan Mahasiswa Ushuluddin (FKMU)
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Ushuluddin
INSTITUT DIROSAT ISLAMIYAH Al-AMIEN (IDIA)
PRENDUAN SUMENEP MADURA
Tahun 2010
Pengertian Hadist Maudlu’
Apasih Hadist Maudlu’ itu?
Secara etimologi : maudhu berasal dari kata وضع yang mempunyai beberapa makna diantaranya:
الحط ( merendahkan )
Rendah dalam kedudukannya
Rendah dalam kedudukannya
الإسقاط ( menjatuhkan )
Jatuh ( tidak bisa diambil dasar hukum )
Jatuh ( tidak bisa diambil dasar hukum )
الإختلا ق ( mengada-ngadakan )
Diada-adakan oleh perawinya
Diada-adakan oleh perawinya
الالصاق ( menyandarkan / menempelkan )
Disandarkan pada Muhammad shallallohu alaihi wa sallam sedang beliau tidak mengatakannya
Disandarkan pada Muhammad shallallohu alaihi wa sallam sedang beliau tidak mengatakannya
Sedang dalam istilah ilmu hadits: hadits maudhu adalah hadits yang diada-adakan dan dipalsukan atas nama Rasulullah shallallohu alaihi wa sallam secara sengaja atau kesalahan sebagian ulama mengkhususkan hadits maudhu. pada dusta yang disengaja saja
Hukum Memakainya Gmn Dong?
كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ مَنْ
“Barangsiapa berdusta atas saya dengan sengaja maka tempatnya di neraka”
( Riwayat Bukhari- Muslim)
( Riwayat Bukhari- Muslim)
Sebab-Sebab Munculnya Pemalsuan Hadits
1. Kelompok Syi’ah
2. Kelompok Mu’awiyah dan
3. Kelompok Khawarij
Ada 2 metode yang dipakai Syiah dalam memalsukan hadits:
1. Memalsukan hadits yang mendukung pendapat mereka seperti keutamaan Ali radhiyallohu anhu,
2. Memalsukan hadits tentang keburukan musuhnya
Contoh:
إذا رأيتم معاوية على منبري فاقتلوه
“Apabila kamu melihat Mua’wiyah di atas mimbarku maka bunuhlah ia”.
Dalam sanad hadits ini ada dua orang rawi pendusta Ubbad bin Ya’kub dan Al-Hakam bin Sohir
Hal ini membuat mereka untuk berupaya menghancurkan Islam dari dalam. Diantara mereka adalah Muhammad bin Sa’id al-Syami yang merupakan kelompok zindiq (munafik).
Contoh hadist:
“Aku adalah penutup para Nabi. Dan tidak ada Nabi sesudahku, kecuali apabila dikehendaki oleh Allah”.
Sebagai contoh pada fanatisme ras dan kesukuan adalah Hadits palsu berikut:
“Sesungguhnya bahasa orang-orang yang ada di Arsy adalah Bahasa Parsi”. Kemudian ras lain yang berlawanan dengan kelompok Persia membuat Hadits palsu tandingannya:
Bahasa yang paling dibenci Allah adalah Bahasa Persia dan bahasa penduduk surga adalah Bahasa Arab
“Sesungguhnya bahasa orang-orang yang ada di Arsy adalah Bahasa Parsi”. Kemudian ras lain yang berlawanan dengan kelompok Persia membuat Hadits palsu tandingannya:
Bahasa yang paling dibenci Allah adalah Bahasa Persia dan bahasa penduduk surga adalah Bahasa Arab
Contoh Hadits palsu pada fanatisme imam adalah
“Akan tiba pada umatku seseorang yang bernama Muhammad bin Idris, dia lebih berbahaya bagi umatku dari pada Idris.”
“Akan tiba pada umatku seseorang yang bernama Muhammad bin Idris, dia lebih berbahaya bagi umatku dari pada Idris.”
Perbedaan madzhab dalam ibadah sampai derajat fanatic juga merupakan penyebab munculnya Hadits palsu. Masing-masing ingin mendapatkan legitimasi penguat untuk madzhab yang dianutnya. Diantaranya adalah Hadits palsu berikut:
من رفع يده في الركوع فلا صلاة له
“Barang siapa yang mengangkat tangannya ketika ruku’, maka tiadalah sholat baginya”
من رفع يده في الركوع فلا صلاة له
“Barang siapa yang mengangkat tangannya ketika ruku’, maka tiadalah sholat baginya”
Sebagian tukang cerita memiliki keinginan agar ceritanya didengar oleh orang banyak yang kemudian memotivasi mereka. Dan melambungkan angan-angan mereka. Dan melambungkan angan-angan mereka.
Contoh:
“Barang siapa mengucapkan La ilaaha illallah, maka Allah akan menciptakan satu burung setiap katanya, yang paruhnya dari emas dan bulunya dari marjan”.
Dengan harapan agar orang-orang tersebut terdorong untuk beribadah atau meninggalkan perbuatan yang tidak benar, serta mendapatkan pahala dari Allah SWT.
Diantara Hadits-Hadits palsu yang mereka buat adalah:
من قرأ ليس في ليلة أصبح مغفورا له و من قرأ الدخان في ليلة أصبح مغفورا له
“Barang siapa membaca surat Yasin pada malam hari maka pada pagi harinya dia telah diampuni dari segala dosanya, dan barang siapa membaca surat ad-Dukhon pada malam hari, pada subuh harinya dan telah diampuni dosa-dosanya”.
من قرأ ليس في ليلة أصبح مغفورا له و من قرأ الدخان في ليلة أصبح مغفورا له
“Barang siapa membaca surat Yasin pada malam hari maka pada pagi harinya dia telah diampuni dari segala dosanya, dan barang siapa membaca surat ad-Dukhon pada malam hari, pada subuh harinya dan telah diampuni dosa-dosanya”.
Diantara mereka adalah Maisaroh bin Abdi Rabbih, ketika Ibnu Mahdi bertanya kepadanya mengapa ia membuat Hadits-Hadits palsu seperti itu? Ia menjawab, aku memalsukannya untuk memotivasi manusia agar membacanya. (Al-Thahan, 1996:91).
Diantara pemalsuan Hadits yang terjadi adalah dikarenakan faktor ingin “Mencari muka” kepada para penguasa, agar mereka mendapatkan “sesuatu”. Diantaranya adalah seperti yang dilakukan oleh Ghiyats bin Ibrahim yang berdusta untuk kepentingan Khalifah al-Mahdi yang ketika itu Al-Mahdi sedang bermain burung. Ghiyats mengatakan:
Ghiyats bin Ibrahim berkata:
“Tidak ada perlombaan kecuali dalam memanah, balapan unta, pacuan kuda, dan burung merpati”
Usaha Para Ulama’ memberantas Hadist Palsu
1. Berpegang pada Sanad
2. Ketelitian dalam Meriwayatkan Hadits
3. Memerangi Para Pendusta dan Tukang Cerita
4. Menjelaskan ”status” perawi Hadits
5. Membuat kaidah-kaidah untuk mengetahui Hadits palsu
Membuat kaidah-kaidah untuk mengetahui Hadits palsu dapat diketahui dari ciri-cirinya:
Seperti Hadits :
تسبوا الديك فإنه صديقي لا
Artinya:
“Janganlah engkau memaki ayam jantan, karena dia teman karibku”
تسبوا الديك فإنه صديقي لا
Artinya:
“Janganlah engkau memaki ayam jantan, karena dia teman karibku”
Isi / maksud Hadits tersebut bertentangan dengan akal. Seperti Hadits:
الباذنجان شفاء من كل داء
Artinya:
“Buah terong itu menyebahkan segala macam penyakit”
الباذنجان شفاء من كل داء
Artinya:
“Buah terong itu menyebahkan segala macam penyakit”
لا يدخل الجنة ولد الزنا
Artinya:
“Anak zina itu tak akan masuk surga”
Hadits tersebut bertentangan dengan firman Allah SWT:
yang artinya:
“Orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain”
“Orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain”
Selain itu ada cara mendeteksi hadist palsu
1. Pengamalannya ditolak
2. Bertentangan dengan al-Qur’an
3. Pengakuan Pemalsu
Pengakuan Abu Ishmah Muh Bin Abu Maryam al-Wamawazi, ia mengakui membuat Hadits ”palsu yang berkaitan dengna fadhilah (keutamaan) membaca surat-surat al-Qur’an”.
4. Semi pengakuan
Pemalsu hadita terkadang tidak mengakui bahwa ia memalsukan Hadits. Namun ketika ditanya kapan ia lahir dan kapan gurunya wafat. Ia memberikan jawaban yang tidak tepat.
5. Rawinya Pendusta
Apabila dalam sanad Hadits terdapat rawi yang pendusta, maka para ahli Hadits itu palsu.
Pengaruh Dan Dampak Buruk Tersebarnya Hadits Palsu
CONTOH HADITS MAUDHU'/PALSU
Status Hadis: Hadis maudhu’ (hadis palsu).
Terjemahan: Perselisihan umatku adalah rahmat
Status Hadis: Hadis maudhu’ (hadis palsu).
DAFTAR RUJUKAN
http://rumaysho.com/faedah-ilmu/15-faedah-ilmu/2732-bolehkah-menggunakan-hadits-maudhu-dan-hadits-dhoif-.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar